Alien Unyu

Dia datang bermandikan cahaya, menerawang menembus batas imaji,
tak ada yang bisa menerka kemana dia kan pergi,
Wujud itu membumi menawarkan harapan untuk berbagi,
Tersenyum menyapa seiring berjalannya jejak hati.

Dibawanya aku terbang mengitari galaxy,
tempat dimana kejora itu mewangi,
Melesat hingga ke dasar sanubari,
dan menemukan berlian diantara pelangi.

Wujud yang tak sempurna menjadi karya abadi,
Membentangkan sayap terbang ke langit tinggi,
Hingga tak sadar akan datangnya lidah api,
Yang menghempaskanku kembali ke bumi.

Ada keganjilan yang masih ku tak mengerti,
Dari sudut-sudut waktu yang kini kian menepi,
Serpihan cahaya tak lagi membias di hati,
Meninggalkan bayangan yang masih berdiri menanti.

Samar-samar kenangan masih melekat di memori,
Menikam tajam tanpa henti membasahi luka hati,
Penampakan ganjil dingin membakar nurani,
Melenyapkan keindahan yang pernah menapaki bumi.

Sepertinya dia sudah pergi lagi,
Ke tempat asal dimana rasa telah mati,
Entah beribu tahun cahaya dia datang nanti,
Dan bayangan itu masih berdiri,
Menunggu cahaya yang kan membiaskan rasa bersama sang bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *