Kepiting Bakau, Kusebut Dia Kepiting Dolby

Ini merupakan foto kepiting bakau yang saya ambil di pantai sekitar saat Susur pantai dari Sumur Towo sampai ke perbatasan Jepara. Kalau dilihat sekilah memang biasa saja kepiting ini. Tetapi saat dijepret dari dekat, ternyata memiliki desain arsitektur yang indah. Perpaduan warna ungu, hitam dan silver memberi kesan elegan dan canggih. Disisi kanan dan kiri terlihat  seperti penampakan speaker. Oleh sebab itu saya namakan kepiting ini kepiting Dolby. Salah satu istilah di dunia Speaker.

Dolby Digital merupakan teknologi untuk menghasilkan suara surround digital. Teknologi ini biasanya digunakan dalam pemrosesan dan pembentukkan data audio untuk film-film di bioskop atau film-film pada media kepingan seperti DVD. Dolby Digital dikembangkan oleh Dolby Laboratories. (wikipedia)

Nama ilmiah dari kepiting bakau adalah Scylla serrata termasuk ke dalam dalam kelas Crustacea, subkelas Malacostraca, ordo Decapoda, famili Portunidae dan genus Scylla. Habitatnya di perairan payau terutama di dekat tanaman bakau. Banyak sekali ditemui di pantai daerah pesisir utara Pati. Terutama yang banyak tananam bakaunya.

Pesisir pantai sebelah utara Kabupaten Pati banyak di dominasi lumpur, mungkin karena dulunya adalah tambak yang terkena abrasi. Saat berjalan menyusuri kadang kala ada lubang seperti jebakan. Nah maka dari itu, penanaman mangrove (bakau) sangat dibutuhkan di daerah tersebut untuk menahan abrasi agar daratan di sekitar tempat itu tidak hilang terkena abrasi. Sempat saya membandingkan data citra di google map, ternyata perubahannya sangat cepat dari tahun-ketahun. Dibutuhkan kesadaran dan kerjasama masyarakat setempat, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk bisa menjaga pantai kita dari ancaman abrasi. Semakin banyak yang menanam mangrove semakin baik. Tidak hanya menanam tapi juga merawatnya. Salam GO GREEN!!!

kepiting bakau scylla serrata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *