Mawar Merapi, Saksi Bisu Keagungan Illahi

Mawar merupakan bunga yang indah namun berduri. Ibaratnya seperti wanita cantik yang bisa menusuk hatimu dengan duri-duri cintanya….he..he… Sudahlah..lupakan dulu soal wanita cantik!! Kembali ke mawar kuning nan unyu ini yang mekar mewangi diantara butiran-butiran pasir erupsi merapi. Mawar ini punya cerita tersendiri bagi saya, saksi bisu sebuah kisah penuh makna di balik letusan besar gunung merapi tahun 2010. Foto ini saya ambil di dekat Tanjakan Ketep Pass. Ya, di dekat tanjakan ketep pas, tanjakan super yang membuat truk pengirim bantuan yang kami tumpangi mogok.

Cerita ini bermula dari rasa solidaritas kami untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak dari erupsi merapi tahun 2010. Yah, mungkin bencanalah yang menyatukan kami, semua elemen dari mulai pecinta alam, anak motor, anak band, anak teater, anak sekolah, penggiat seni dan berbagai elemen lainnya bersatu padu dalam satu nama, “PATI PEDULI”. Dengan nama tersebut kami mengumpulkan bantuan untuk korban bencana letusan gunung merapi. Kami ambil nama tersebut karena kami tak mau menonjolkan diri atau organisasi masing-masing. Semua yang terlibat di sini adalah orang pati yang peduli.

Pada waktu itu, kediamanku lah yang dijadikan base camp untuk pengumpulan bantuan, karena memang letaknya di tengah kota dan di pinggir jalan raya. Bantuan yang terkumpul cukup banyak, mungkin karena kami juga bekerja sama dengan radio PAS FM Pati, jadi informasi juga cepat menyebar.  Berhari-hari kami jarang tidur untuk mengumpulkan bantuan. Namun entah kenapa tak ada rasa lelah yang menghinggapi kami. Bahkan saat mengirimkan bantuan, sabtu malam berangkat dari Pati, Minggu pagi sampai lokasi dan mendistribusikan bantuan ke desa-desa di lereng gunung merapi, Senin dini hari baru sampai ke Pati lagi, dan esoknya masuk kantor dan beraktifitas seperti biasa. Kalau di logika harusnya sudah tepar karena kelelahan, tapi entah kenapa masuk kantor dalam keadaan segar bugar. Entah kekuatan super apa yang merasuki kami waktu itu.

mawar-merapi

Suasana sangat mencekam saat kami mengirim bantuan ke desa-desa di lereng gunung merapi, rumah-rumah dan tanaman semuanya berselimut abu vulkanik letusan gunung merapi. Jarak desa yang kami kunjungi sekitar 5 kilo dari puncak merapi. Siap-siap saja bertemu sang wedus gembel jika merapi bergejolak lagi. Yah, seperti yang saya ceritakan di awal tadi, truk kami mogok saat melewati tanjakan di Ketep Pass. Terpaksa pengiriman bantuan tertunda sejenak. Sambil menunggu truk di perbaiki kami mendarat di sebuah rumah makan sederhana, disinilah saya temukan oseng-oseng daun kates paling enak sedunia. Entah karena lapar atau karena masakannya yang enak. Mungkin perpaduan sempurna dari rasa lapar dan bumbu-bumbu spesial warisan nusantara yang menyebabkan oseng-oseng tersebut saya nobatkan menjadi oseng-oseng kates terenak di dunia bahkan mungkin seantero galaxi.

Kata orang waktu menunggu merupakan waktu yang membosankan, tetapi tidak jika waktu tersebut disantap bersama rekan-rekanku ini. Ada Jojok, DJ, Sidiq, Bayu, Us us, Komo, Haris, Sigit dll. Di saat menunggu itulah saya temukan sosok mawar ini, masih bertahan diantara debu-debu vulkanik gunung merapi. Sebuah simbol tentang kekuatan dibalik ukurannya yang kecil dan mungil. Di desa kami mengirimkan bantuan, banyak kami temui kearifan lokal dan rasa kekeluargaan yang hangat. Seperti bunga ini, warga lereng memiliki keindahan jiwa dari kearifan lokalnya. Mereka mampu bertahan di  tengah bencana dan menikmatinya sebagai sebuah peringatan dari Sang Pencipta Alam semesta. Bencana mengajarkan kita untuk tidak sombong dan bersyukur dengan apa yang telah kita miliki. Bencana mengajarkan kita tentang persaudaraan dan tolong-menolong. Persaudaraan ini tak hanya sampai disini, pada waktu Pati banjir bandang di awal 2014. Warga Sengi, desa yang pernah kami kunjungi waktu itu mengirimkan bantuan sayuran segar untuk korban banjir di Pati. Bencana menyatukan kami, tapi kami berharap bencana tak ada lagi. Dari bunga mawar inilah yang menjadi saksi bisu keagungan ilahi.

Foto-foto dokumendasi bisa dilihat di link di bawah ini

Galeri Pengiriman Bantuan Posko “PATI PEDULI”

Pengiriman Bantuan Posko “PATI PEDULI” PART 2

“Solidarity Music” Band Indie Pati untuk Merapi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *