Sejarah FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia)

Sejarah FPTI

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) resmi berdiri pada 21 April 1988, merespon kegiatan panjat tebing alam yang telah berkembang sejak beberapa tahun sebelumnya. Tepatnya pada 21 April 1988 14.45 WIB kaum Pendaki Tebing/Gunung menyatakan Pembentukan Federasi Pemanjat Gunung Indonesia di Tugu Monas.  Pada awal terbentuknya namanya bukan FPTI tetapi FPGTI (Federasi Panjat Gunung dan Tebing Indonesia). Kemudian dalam perkembangannya berubah menjadi FPTI. Pada awal masa kerjanya, FPTI segera mulai membangun pondasi panjat tebing buatan sebagai olahraga kompetitif.

Pada tahun 1992 FPTI menjadi anggota UIAA  ( Union Internasionale des Associations d’Alpinism, badan dunia pendakian gunung dan panjat tebing ). UIAA sendiri dibentuk di Chamonix, Perancis pada bulan Agustus 1932, ketika 20 asosiasi gunung bertemu untuk kongres alpine. Mereka memutuskan untuk menemukan sebuah federasi internasional yang akan bertanggung jawab atas “Studi dan solusi dari semua masalah tentang gunung”.

Pada tahun 1994 FPTI menjadi anggota KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), yaitu lembaga yang mengelola cabang olahraga di indonesia. FPTI sendiri menjadi anggota ke 50 dari KONI. Dengan masuknya FPTI menjadi anggota KONI maka Panjat Tebing menjadi olahraga yang dipertandingkan di kejuaraan-kejuaraan resmi yang diselenggarakan oleh KONI.

Pada tahun 2007 FPTI menjadi anggota IFSC ( International Federation of Sport Climbing, badan dunia khusus untuk olahraga panjat tebing ). IFSC merupakan sebuah organisasi non-profit non-pemerintah internasional yang tujuan utamanya adalah mengarahkan, meregulasi, promosi, pengembangan dan kelanjutan dari kompetisi mendaki di seluruh dunia.

TUJUAN FPTI

  • Membentuk manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohani serta mampu berpartisipasi dan berkarya dalam pembangunan nasional
  • Mengupayakan pencapaian prestasi panjat tebing baik nasional maupun internasional
  • Memupuk serta membina persahabatan dan persaudaraan antar bangsa

SEKILAS FPTI

1988. FPTI resmi dibentuk, tepatnya pada tanggal 21 April 1988
1992. FPTI menjadi anggota UIAA ( Union Internasionale des Associations d’Alpinism, badan dunia pendakian gunung dan panjat tebing )
1994. FPTI menjadi anggota KONI ( Komite Olahraga Naisonal Indonesia )
2007. FPTI menjadi anggota IFSC ( International Federation of Sport Climbing, badan dunia khusus untuk olahraga panjat tebing ).

Lembaga Panjat Tebing di Indonesia

  1. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI)
  2. Pengurus di tingkat provinsi adalah:
    1. Pengurus Daerah Provinsi Aceh
    2. Pengurus Daerah Provinsi Sumatera Utara
    3. Pengurus Daerah Provinsi Sumatera Barat
    4. Pengurus Daerah Provinsi Riau
    5. Pengurus Daerah Provinsi Kepulauan Riau
    6. Pengurus Daerah Provinsi Sumatera Selatan
    7. Pengurus Daerah Provinsi Jambi
    8. Pengurus Daerah Provinsi Bengkulu
    9. Pengurus Daerah Provinsi Lampung
    10. Pengurus Daerah Provinsi Banten
    11. Pengurus Daerah Provinsi Jawa Barat
    12. Pengurus Daerah Provinsi Jawa Tengah
    13. Pengurus Daerah Provinsi DI Yogyakarta
    14. Pengurus Daerah Provinsi Jawa Timur
    15. Pengurus Daerah Provinsi Bali
    16. Pengurus Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat
    17. Pengurus Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur
    18. Pengurus Daerah Provinsi Sulawesi Selatan
    19. Pengurus Daerah Provinsi Sulawesi Tengah
    20. Pengurus Daerah Provinsi Sulawesi Utara
    21. Pengurus Daerah Provinsi Kalimantan Selatan
    22. Pengurus Daerah Provinsi Kalimantan Barat
    23. Pengurus Daerah Provinsi Kalimantan Timur
    24. Pengurus Daerah Provinsi Kalimantan Tengah
    25. Pengurus Daerah Provinsi Papua Barat
  3. Badan Standarisasi Pemanjatan Indonesia

BSAPI adalah satu-satunya lembaga independen yang mengembangkan, memelihara dan mengelola Standard Pemanjatan Indonesia.
Fungsi lanjutan dari BSAPI adalah menerbitkan dan mengelola database sertifikat untuk aktifitas, peralatan, dan fasilitas panjat tebing di Indonesia.
Dengan standard dan sertifikasi yang dikelola oleh BSAPI, lembaga atau masyarakat pengguna mendapat kepastian hukum mengenai status pelaku aktifitas, fasilitas, atau pembuat produk peralatan panjat tebing.
Dalam melakukan kegiatan, BSAPI berkoordinasi secara aktif dengan pihak terkait seperti Federasi Panjat Tebing Indonesia, lembaga pendukung, dan lembaga pengguna standard dan sertifikat untuk menjamin kualitas dari standard dan sertifikat yang diterbitkan.
Dengan itu semua, diharapkan BSAPI dapat memberikan kontribusi positif agar masyarakat panjat tebing Indonesia dapat menatap masa depan yang cerah secara lebih pasti.

    4. Lembaga Pelatihan dan Sertifikasi Panjat Tebing Indonesi

LPS Panjat Tebing Indonesia adalah lembaga independen yang dibentuk pada 28 Oktober 2010
Akte notaris sebagai sebuah lembaga dibuat di Jakarta pada 9 Mei 2011.
Kegiatan utama LPS Panjat Tebing Indonesia adalah mengembangkan dan mengelola pelatihan dan sertifikasi panjat tebing di Indonesia.
LPS Panjat Tebing Indonesia telah mendapat akreditasi dari Lembaga Akreditasi Nasional Keolahragaan (LANKOR).

Di setiap provinsi ada pengurus tingkat kota atau kabupaten

Logo FPTI

 

sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Panjat_tebing

http://bsapi.panjattebing.org/

http://lps.panjattebing.org/

http://awakeoutdoor.blogspot.co.id/2014/08/official-website-uiaa-ifsc-fpti-rock.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *